Yerusalem/Ankara – Setelah hampir 80 hari memberlakukan pengepungan ketat, negara Israel akan mengizinkan semata-mata sembilan truk bantuan kemanusiaan untuk memasuki Daerah Gaza yang dimaksud berpenduduk sekitar 2,4 jt jiwa, demikian laporan media negeri Israel pada Awal Minggu (19/5).
"Sembilan truk bermuatan bantuan kemanusiaan, salah satunya makanan bayi, akan memasuki Daerah Gaza melalui negeri Israel pada beberapa jam ke depan," kata Ghassan Alian, Kepala Kantor Kesepahaman Kegiatan Pemerintahan dalam Wilayah (COGAT) milik militer Israel, untuk Radio Angkatan Darat.
Radio itu juga menyebutkan bahwa truk-truk bantuan akan diarahkan ke gudang milik organisasi internasional untuk kemudian didistribusikan untuk warga Palestina.
Sejak 2 Maret, tanah Israel menyembunyikan seluruh jalur masuk ke Wilayah Gaza untuk pengiriman makanan, obat-obatan, serta bantuan kemanusiaan, memperburuk krisis kemanusiaan yang digunakan sudah sangat parah dalam wilayah tersebut, menurut laporan pemerintah, organisasi hak asasi manusia, serta lembaga internasional.
Berdasarkan data Bank Dunia, hampir seluruh populasi Kawasan Gaza — sekitar 2,4 jt warga — sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Kantor Pemimpin Otoritas negara Israel Benjamin Netanyahu pada Mingguan menyatakan bahwa Tel Aviv akan mengizinkan masuknya “jumlah dasar makanan” ke Wilayah Gaza guna “mencegah terjadinya krisis kelaparan.”
Netanyahu menambahkan bahwa kelaparan dapat “mengancam kelanjutan Operasi Kereta Perang Gideon (Gideon's Chariot),” merujuk pada fase baru serangan darat negara Israel pada wilayah utara lalu selatan Gaza.
Lembaga penyiaran rakyat Israel, KAN, mengutip pribadi pejabat yang mana enggan disebutkan namanya, memaparkan bahwa kebijakan itu bersifat sementara dan juga diperkirakan cuma berlangsung sekitar satu pekan, hingga pusat distribusi bantuan selesai didirikan — kebanyakan berada di dalam Daerah Gaza selatan, berada ke bawah pengawasan militer negara Israel serta dijalankan oleh kontraktor keamanan jika Amerika Serikat.
Sejak Oktober 2023, militer tanah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Daerah Gaza yang digunakan telah dilakukan menewaskan tambahan dari 53.300 warga Palestina, mayoritas penderita adalah perempuan lalu anak-anak.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu serta mantan Kepala Keamanan Yoav Gallant berhadapan dengan tuduhan kejahatan pertempuran dan juga kejahatan terhadap kemanusiaan di dalam Gaza.
Israel juga berada dalam menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya di wilayah tersebut.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari Setelah 80 hari blokade, Israel hanya izinkan 9 truk bantuan ke Gaza











